b.indonesia (pegadaian)

PEGADAIAN

SEJARAH PEGADAIAN

Usaha gadai di Indonesia berawal dari berdirinya Bank Van Leening di zaman VOC yang bertugas memberikan pinjaman uang tunai kepada masyarakat dengan harta gerak. Dalam perkembangannya, sebagai bentuk usaha pegadaian banyak mengalami perubahan demikian pula dengan status pengelolaannya telah mengalami beberapa kali perubahan seiring dengan perubahan peraturan yang berlaku. Berdasarkan Staatblad 1901 No.131 tanggal 12 Maret 1901, maka pada tanggal 1 April 1901 berdirilah Kantor Pegadaian yang berarti menjadi Lembaga Resmi Pemerintah. Selanjutnya berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia tahun 1961 No.178, berubah lagi menjadi Perusahaan Negara Pegadain. Dalam perkembangannya, pada tahun 1969 keluarlah Undang-Undang Republik Indonesia No.9 tahun 1969 yang mengatur bentuk-bentuk usaha negara menjadi tiga bentuk perusahaan yaitu Perusahaan Jawatan (PERJAN), Perusahaan Umum (PERUM), dan Perusahaan Perseroan (PERSERO).Sejalan dengan ini, maka Perusahaan Negara Pegadaian berubah lagi statusnya menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN) Pegadaian (PERUM Pegadaian No.7 tanggal 11 Maret 1969).
Sejak saat itu, kegiatan perusahaan terus berjalan dan aset atau kekayaannya pun bertambah. Namun seiring dengan perubahan zaman, Pegadaian dihadapkan pada kebutuhan untuk berubah pula, dalam arti untuk lebih meningkatkan kinerjanya, tumbuh lebih besar lagi dan lebih profesional dalam memberikan keleluasan pengelolaan bagi manajemen dalam mengembangkan usahanya, Pemerintah meningkatkan status Pegadaian dari Perusahaan Jawatan (PERJAN) menjadi Perusahaan Umum (PERUM) yang dituangkan dalam peraturan Pemerintah No. 10 April 1990. Perubahan dari PERJAN ke PERUM ini merupakan tonggak penting dalam pengelolaan Pegadaian yang memungkinkan terciptanya pertumbuhan Pegadaian yang bukan saja makin meningkatkan kredit yang disalurkan, nasabah yang dilayani pendapatan dan laba perusaha

A. Pengertian,
dalam kegiatan sehari-hari, uang selalu saja di butuhkan untuk membeli atau membayar berbagai keperluan.dan yang menjadi masalah terkadang kebutuhan yang ingin membeli tidak dapat di cukupi dengan uang yang dimilikinya. Kalau sudah demikian maka mau tidak mau kita mengurangi untuk membeli berbagai keperluan yang dianggap tidak penting, namun untuk keperluan yang sangat penting terpaksa harus di penuhi dengan berbagai cara seperti meminjam dari berbaga sumber dana yang ada.

Jika kebutuhan dana jumlahnya besar, maka dalam jangka pendek sulit untuk di penuhi, apalagi jika harus di penuhi lewat lembaga perbankan.namun jika dana yang di butuhkan relative kecil tidak jadi masalah,karena banyak tersedia sumber dana yang murah dan cepat,mulai dari pinjaman ke tetangga,sampai kepinjaman dari berbagai lembaga keuangan lainnya.

Secara umum pengertian usaha gadai adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu, guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang di jaminkan akan di tebus kembali sesuai dengan perjanjian antara nasabah dengan lembaga gadai.
Dan dari pengertian di atas dapat di simpulkan usaha gadai memiliki cirri-ciri sbb:
1. terdapat barang-barang berharga yang di gadaikan
2. nilai jumlah pinjaman tergantung nilai barang yang di gadaikan
3. barang yang di gadaikan dapat ditebus kembali

B. asal mula pegadaian
usaha pegadaian di Indonesia di mulai pada zaman penjajahan belanda (VOC) dimana pada saat itu tugas pegadaian adalah membantu masyarakat untuk meminjamkan uang dengan jaminan gadai. Pada mulanya dijalankan pada pihak swasta namun dalam perkembangan usaha pegadaian ini di ambil alih oleh pemerintah hindia belanda dan di jadikan perusahaan Negara.
Di zaman kemerdekaan pemerintah republik Indonesia mengambil alih usaha dinas pegadaian dan mengubah status pegadaian menjadi Perusahaan Negara (PN) pegadaian berdasarkan undang-undang No.19 Prp.1960. perkembangan selanjutnya pada tanggal 11 maret 1969 berdasarkan peraturan pemerintah RI No.7 tahun 1969 PN pegadaian berubah menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan) kemudian pada tanggal 10 april 1990 berdasarkan peraturan pemerintah no.10 tahun 1990 Perjan pegadaian berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) pegadaian. Sampai saat ini lembaga yang melakukan usaha berdasarkan atas hukum gadai hanyalah perum pegadaian.
Sampai kini, pegadaianlah yang menjadi satu-satunya lembaga pemerintah yang bergerak di bidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak.

C. keuntungan usaha gadai
tujuan utama usaha pegadaian adalah untuk mengatasi agar masyarakat yang sedang membutuhkan uang tidak jatuh ke tangan para pelepas uang atau tukang rentenir yangf bunganya relatif tinggi. Perusahaan pegadaian menyediakan pinjaman uang dengan jaminan barang-barang berharga. Meminjam uang ke perum pegadaian bukan saja karena prosedurnya yang mudah dan cepat tapi karena biaya yag dibebankan lebih ringan jika di bandingkan dengan para pelepas uang atau tukang rentenir.hal ini di lakukan sesuai dengan salah satu tujuan dari perum pegadaian dalam pemberian pinjaman kepada masyarakat dengan moto “ menyelesaikan masalah tanpa masalah “.
Keuntungan pegadaian adalah pihak pegadai tidak mempermasalahkan untuk apa uang tersebut digunakan dan hal ini tentu bertolak belakang dengan pihak perbankan yang harus dibuat serinci mungkin tentang penggunaan uangnya.
Kendala utamanya adalah prosedurnya yang rumit dan memakan waktu yang relative lebih lama. Kemudian di samping itu persyaratan yang lebih sulit untuk di penuhi seperti dokumen yang harus lengkap, membuat masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhinya.
Keuntungan lain di pegadaian adalah pihak pegadaian tidak mempermasalahkan untuk apa uang tersebut di gunakan dan hal ini tentu bertolak belakang dengan pihak perbankan yang harus di buat dengan serinci mungkin tentang penggunaan uangnya.sanksinya adalah jaminan yang disimpan akan di lelang untuk menutupi kekurangan pinjaman yang telah di berikan.
Jadi keuntungan perusahaan pegadaian jika di bandingkan dengan lembaga keuangan bank atau lembaga keuangan lainnya adalah:
1) waktu byang relative singkat untuk memperoleh uang yaitu pada hari itu juga, hal ini di sebabkan prosedurnya yang tidak berbelit-belit
2) persyaratan yang sangat sederhana sehingga memudahkan konsumen untuk memenuhinya
3) pihak pegadaian tidak mempermasalahkan uang tersebut di gunakan untuk apa, jadi sesuai dengan kehendak nasabahnya.

D. besarnya jumlah pinjaman
besarnya jumlah pinjaman tergantung dari nilai jaminan ( barang-barang berharga) yang diberikan. Semakin besar nilainya maka semakin besar pula pinjaman yang dapat diperoleh oleh nasabah demikian pula sebaliknya. Namun biasanya pegadaian hanya melayani sampai jumlah tertentu dan biasanya yang menggunakan jasa pegadaian adalah masyarakat menengah ke bawah. Kepada nasabah yang memperoleh pinjaman akan dikenakan sewa modal ( bunga pinjaman ) per bulan yang besarnya tergantung dari golongan nasabah. Golongan nasabah ditentukan oleh pegadaian berdasarkan jumlah pinjaman yaitu A,B,C dan D. sedangkan besarnya sewa modal dapat berubah sesuai dengan bunga pasar. Tujuan akhir dari penilaian ini adalah untuk menentukan besarnya jumlah pinjaman yang dapat diberikan.

E. Barang jaminan
Bagi nasabah yang ingin memperoleh fasilitas pinjaman dari Perum Pegadaian, maka hal yang paling penting diketahui adalah masalah barang yang dapat dijadikan jaminan. Besarnya jaminan diperoleh dari 80-90% dari nilai taksiran. Semakin besar nilai taksiran barang, maka semakin besar pula pinjaman yang akan diperoleh.
Jenis-jenis barang berharga yang dapat diterima dan dapat dijadikan jaminan oleh perum pegadaian sbb :
1. barang-barang atau benda-benda perhiasan antara lain :
a. emas
b. perak
c. intan
d. berlian
e. mutiara
f. platina
g. jam
2. barang-barang berupa kendaraan seperti:
a. mobil (termasuk bajaj dan bemo)
b. sepeda motor
c. sepeda biasa (termasuk becak)
3. barang- barang elektronika antara lain:
a. televise
b. Radio
c. Radio tape
d. Video
e. Computer
f. Kulkas
g. Tustel
h. Mesin tik
4. mesin-mesin seperti:
a. mesin jahit
b. mesin kapal motor
5. barang-barang keperluan Rumah tangga seperti:
a. barang tekstil, berupa pakaian,permadani atau kain batik.
b. Barang-barang pecah belah dengan catatan bahwa semua barang-barang yang di jaminkan haruslah dalam kondisi baik dalam arti masih dapat di pergunakan atau bernilai.hal ini bagi pegadaian penting mengingat apabila nasabah tidak dapat mengembalikan pinjamannya, maka barang jaminan akan di lelang sebagai penggantinya.

2 misi utama
a. Menunjang pelaksanaan kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya melalui penyaluran uang pinjaman atas dasar hokum gadai.
b. Mencegah praktek ijon, pegadaian gelap, riba dan pinjaman tidak wajar lainnya.

Kantor cabang
Perkembangan jumlah cabang senantiasa meningkat, di mana tahun 1990 sebanyak 505,tahun 1991 sebanyak 527, tahun 1992 sebanyak 543, tahun 1993 sebanyak 559, tahun 1994 sebanyak 565, tahun 1995 sebanyak 583. setiap tahun diharapkan dapat di buka cabang baru sebamyak 15 cabang. Sebagian besar ada di P.jawa (389) dan madura,sumatera 73 cabang, Kalimantan 23 cabang, Surabaya 23 cabang, sulawesi 40 cabang, maluku & irian 8 cabang, bali 13 cabang, BTB 19 cabang dan NTT 16 cabang ( termasuk dili 2).
Untuk mengendalikan kegiatan operasional, kantor pusat di atur oleh 12 kantor daerah dan 2 kantor perwakilan daerah yang membawahi 35 sampai 45 cabang pegadaian.

Kegiatan usaha
 Penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat berdasarkan hokum gadai.
 Melayani jasa taksiran tentang nilai dan kualitas benda-benda berharga ( emas, intan, berlian).
 Melayani jasa titipan benda dan surat-surat berharga.
 Bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pembangunan gadung kantor pertokoan dengan system bangun, kelola dan alih di atas tanah milik pegadaian.
 Melayani kredit pegawai, unit took emas dan penyaluran perak.

Sumber dana
1. Modal sendiri,modal awal pegadaian senilai Rp.205 milyar dan secara bertahap pemerintah memberikan tambahan modal sebagai penyertaan modal pemerintah.
2. Pinjaman jangka pendek yang berasal dari perbankan
3. Pinjaman jangka panjang dari KLBI
4. Penerbitan obligasi, emisi obligasi I sebesar Rp.50 milyar pada 1993 dengan bunga 17.5 % untuk tahun pertama dan mengambang untuk tahun ke dua sampai dengan tahun kelima. Di tahun 1994 dilakukan kembali emisi obligasi senilai Rp.258 milyar dengan bunga 13 % pada bulan pertama.

Prosedur memperoleh pinjaman

kredit yang diperoleh dari perum pegadaian pada umumnya dipergunakan untuk menambah biaya produksi, modal kerja, biaya pendidikan, kebutuhan sehari-hari dan lain-lain. Nasabah datang ke kantor pegadaian dengan membawa barang-barang jaminan.
Mayoritas barang jaminan terdiri dari perhiasaan emas berlian (terutama dicabag-cabag kota besar) . selebihnya adalah kendaraan roda dua dan mobil, elektronika serta peralatan rumah tangga lainnya.barang jaminan diserahkan pada petugas penaksir,setalah penaksir menghitung nilai barang jaminan lalu ke kasir untuk menerima kredit yang di ajukan. Penetapan uang pinjaman dapat mencapai sekitar 84% – 89% dari nilai taksiran.

Prosedur pengembalian pinjaman
Setiap saat uang pinjaman dapat di lunasi tanpa harus menunggu habisnya jangka waktu. Proses pengembalian kredit sampai penerimaan kembali barang jaminan, memakan waktu kurang lebih 15 menit serta tidak di kenakan pungutan lain kecuali sewa modal dan biaya asuransi. Caranya, nasabah langsung membawa uang dan surat pinjaman menemui kasir. Tidak lama kemudian petugas akan menyerahkan barang-barang yang di jaminkan.

Lelang barang jaminan
Jika sampai batas waktu kredit nasabah tidak melunasi, mencicil atau memperpanjang kredit, barang jaminan akan di lelang pada bulan ke 5. pelelangan di laksanakan oleh pegadaian sendiri (staatsblad tahun 1920 no. 133). Tanggal lelang di umumkan melalui papan pengumuman dan media radio. Dalam hal barang jaminan telah di lelang, maka nasabah masih berhak untuk menerima uang kelebihan yaitu hasil penjualan dalam lelang setelah di kurangi uang pinjaman + sewa modal + biaya lelang.
Apabila kredit belum dapat di kembalikan pada waktunya dapat di perpanjang dengan cara di cicil atau gadai ualang. Kedua cara ini secara otomatis akan memperpanjang jangka waktu kredit.
Jika setelah di lelang terjadi kelebihan maka kelebihan dapat di ambil sesudah pelelangan. Tenggang waktu pengambilan uang kelebihan di tentukan selama 1 tahun setelah tanggal lelang. Apabila dalam waktu yang di tentukan tidak di ambil maka uang kelebihan ( kadaluarsa) akan menjadi milik perusahaan.

Dalam rangka pencapaian misi public service plus profit, manajmen melakukan cara:
1. menyekolahkan pegawai dalam pendidikan formal (MM/MBA) maupun non formal (DPT,Penaksir,Pengelola Cabang, Middle management,Sekretaris, Statistik, dll).
2. menghargai pegawai yang atas inisiatif sendiri melanjutkan kuliah/ sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.
3. mewajibkan setiap atasan selaku manager SDM untuk membina, mendidik dan melatih para pegawai bawahannya secara langsung.

Nasabah utama
Berbagai lapisan masyarakat dapat memanfaatkan jasa pegadaian. Namun, sejalan dengan misinya, prioritas di berikan kepada masyarakat ekonomi lemah baik yang berpenghasilan tetap maupun yang tidak tetap. Kredit pegadaian bersifat multipropose baik untuk kebutuhan produktif , semi produktif maupun konsumtif.
Berdasarkan profesi, nasabah pegadaian mayoritas dari petani (52%) kemudian pedagang (16%), nelayan 6%, industri rumah tangga/kecil 2% dan lain-lain 24 %. Jumlah nasabahnya sbb: tahun 1991 sebanyak 3.156 juta ; 1992 sebanyak 3.294 juta ; 1993 sebanyak 3.343 juta ; 1994 sebanyak 4.198 juta ; 1995 sebanyak 4.757 juta.

1. perum pegadaian, laporan keuangan pegadaian, 1996.
2. perum pegadaian, prospektus, Jakarta, juni 1996
3. siamat, dahlan, manajemen lembaga keuangan, intermedia,1995

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s